UNTUK AYAHKU

Ayahku adalah ayah nomor satu di dunia….

Ya… istilah yang kuambil dari film dan novel Laskar Pelangi…

Kasih sayang nya tak pernah mampu disandingkan dengan apapun

Ia bukanlah seorang guru, tapi ia banyak mengajarkan ku dan adik-adik ku tentang hidup, bagaimana sepantasnya kita menyikapi hidup, dan bagaimana membuat hidup ini lebih bermakna

Ia bukan seorang dokter, tapi ia selalu berusaha mengutamakan kesehatan anak-anak nya, dan ia adalah orang nomor satu yang akan memberikan referensi pengobatan ketika kami membutuhkannya.

Ia bukan seorang teknisi, tapi ia selalu berusaha untuk memperbaiki peralatan yang rusak dan berusaha memberikan kualitas terbaik bagi semua peralatan dirumah kami

Ia bukan seorang montir, tapi ia sangat paham bagaimana menjaga kondisi kendaraan agar tetap prima dan mampu memberikan performa terbaik. Karena ia selalu mengutamakan keselamatan bagi keluarga nya.

Disaat pagi tiba, ia bersiap menjemput rezeki, namun ia tak pernah lupa mengingatkan anak-anak nya untuk sarapan, walaupun hanya segelas susu.

Disela sela kesibukannya, kadang ia mengingatkan kami yang dirumah untuk makan siang atau sekedar bertanya kabar kami

Di malam hari, ia tak pernah lupa mengingatkan anak-anaknya untuk membersihkan diri dan sholat isya sebelum tidur. Itu berlaku sejak aku kecil hingga sekarang.

Dulu ketika aku harus tinggal di asrama, ia lah orang yang paling tegar. Walaupun mungkin ia sangat ingin melihat tumbuh kembang anaknya, tapi ia yakin inilah jalan yang terbaik untuk masa depan ku

Ketika aku kuliah, ia adalah tempat ku berbagi cerita, dan terkadang ia suka menceritakan ketika masa nya dulu

Ketika aku lulus menjadi sarjana, ia adalah orang yang tersenyum bangga dan bahagia, karena satu dari sekian banyak tugas ‘kenegaraannya’ selesai. Ia menjadi manusia paling bahagia di dunia ketika melihat aku mengenakan baju toga dan tertawa gembira bersama kawan seperjuangan

Ketika aku mencari pekerjaan, ia memberiku kebebasan untuk menentukan jalan ku, tak ada paksaan, hanya saran dan nasihat yang ia ucapkan

Sekalipun ketika aku memutuskan untuk merantau, ia tetap memberikan senyum terbaiknya tanpa pamrih

Ia sadar, sekarang putri kecilnya sudah tumbuh dewasa, dan berhak menentukan tujuan hidupnya, tugas nya hanya mendampingi dan memberikan dukungan terbaik nya

Hari ini, usia nya genap empat puluh sembilan tahun

Hampir setengah abad Tuhan memberikan kesempatan baginya untuk melihat dunia yang indah dan mengukir kisah terindah bersama keluarga nya dan senyumnya selalu membuatku merasa ia sangat menikmati hidupnya, ia sangat bersyukur atas smua yang Tuhan berikan

Kerutan di kening nya bukan karena ia lelah, tapi karena ia bersyukur masih mampu memberikan kehidupan bagi keluarganya dan bermanfaat bagi sesama

Selamat ulang tahun ayah nomor satu di dunia

Semoga apa yang kau persembahkan untuk ku, ibuku, dan adik-adik ku akan melipatgandakan tabungan amal mu kelak….

Amin ya rabbal alamin….

Surabaya, 13 september 2011

ayah nomor satu di dunia
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s