Bukan Apel

Kesempatan kali ini aku mengunjungi negara tetangga. Mesikupun bukan kali pertama aku menginjakkan kaki disini, tetapi aku tak pernah berhenti mengagumi nya. Dan senantiasa berpikir betapa kerasnya usaha mereka untuk mencapai titik tertinggi seperti saat ini.

Negara kecil yang hidup dari pariwisata dan menjual jasa. Tak banyak yang mereka punya. Tetapi semua keterbatasan itu membuat mereka menjadi negara yang sangat maju di kawasannya. Asia tenggara seringkali disebut sebagai dunia ketiga. Namun apa yang ada disini sama sekali tidak mencerminkan julukan itu. Disini semua tertib, teratur, bersih, dan canggih. Tak berbeda dengan negara-negara di benua seberang. Perpindahan manusia terjadi setiap detik dengan jumlah yang tidak sedikit. Jumlah penduduk, pendatang, dan wisatawan luar biasa banyak nya. Namun demikian tak ada sedikit pun kekacauan atau kericuhan. Semua tertib dan teratur. Masyarakat sangat mematuhi peraturan yang ada. Selain karena hukuman yang relatif berat, masyarakat disini cenderung berpikiran maju, karena mereka semua sudah berada pada tingkat kesejahteraan yang baik. Sehingga tidak lagi ada masalah dengan kebutuhan dasar. Pemerintah nya pun sangat mengutamakan pelayanan publik. Sarana transportasi, kebersihan area publik, dan kesejahteraan penduduk nya sangat diperhatikan.
Beberapa  yang membuatku tak berhenti berdecak kagum adalah betapa disini nyawa seeseorang sangat dihargai. Betapa negara ini sangat menghargai warga nya, mereka masih memberikan kesempatan bekerja pada usia lanjut sekaligus menjadikan mereka tenaga produktif sampai ujung kemampuan

mrt station

Aku memang sedang berada di negara sebrang, dan aku kagum pada nya. Tetapi bukan berarti aku tidak mencintai negara ku. Aku yakin jika segala sesuatu yang Tuhan ciptakan pasti memiliki posisi netral, ada positif dan negatif. Untuk itu, aku tak pernah membandingkan negara ku dengan negara sebrang ini. Ya, memang keduanya tidak akan pernah sebanding. Kalau bahasa kerennya, not apple to apple.

krl stasiun

Bukan lah hal yang bijak menurutku jika kemudian memuji salah satu nya dan menghina yang lainnya.
Hal yang ingin aku garis bawahi disini adalah bahwa nasib sebuah bangsa ditentukan oleh pemimpin dan rakyat nya. Apa yang dilakukan masyarakat merupakan cerminan perilaku sebuah bangsa. Tak ada yang sempurna di dunia ini. Maka dengan ketidaksempurnaan di masing-masing diri itu lah kita bersatu untuk menjadikannya sempurna.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s