SUKSES TERBESAR DALAM HIDUPKU: MENJADI IKAN SALMON

Setiap orang memiliki sudut pandang tersendiri tentang berbagai hal, termasuk kesuksesan. Seringkali, kesuksesan diartikan sebagai titik pencapaian apa yang menjadi cita-cita sesorang. Bagi saya, ketika seseorang mampu mancapai hasil terbaik dari keputusan yang diambil dapat diarikan sebagai sebuah kesukesan.

Jika kembali pada masa lalu, masih segar dalam ingatan saya, ketika saya harus memilih jurusan di tahun terakhir sekolah saya. Saat itu, penjurusan di tingkat SMA dilakukan pada tahun terakhir, sehingga saya memiliki kesempatan 2 tahun untuk menentukan pilihan. Sebagian besar pelajar saat itu, berbondong-bondong menyelesaikan ujian akhir mereka sebaik mungkin untuk mendapat nilai terbaik dan bisa masuk ke jurusan IPA. Tak sedikit orang tua siswa di sekolah saya mendorong keras anak-anak nya untuk bisa masuk ke jurusan IPA. Menurut mereka, kalau siswa memiliki nilai baik, tentunya di mata pelajaran IPA, maka dia bisa punya kesempatan lebih besar untuk masuk jurusan IPA, dan dengan menempuh jurusan IPA, maka siswa akan lebih mudah memilih jurusan untuk kuliah nanti. Saya tidak sependapat untuk hal tersebut. Bagi saya, siswa harus bisa fokus belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Kalau ingin kuliah di jurusan IPA, maka sebaiknya mempersiapkan diri lebih baik dengan memperdalam pelajaran IPA di sekolah, begitu pun untuk jurusan IPS.

Di tahun pertama saya di SMA, saya mendapatkan banyak informasi tentang perkuliahan, tentang jurusan apa yang sebaiknya diambil, dan bagaimana strategi nya. Sejak lama saya bercita-cita untuk menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, kampus terbaik se-Indonesia. Saya tertarik dengan jurusan manajemen dan akuntansi, sehingga saya mengambil keputusan untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Pesaingan masuk FEUI sangat tinggi, dan saya harus memperjuangkan cita-cita saya. Oleh karena itu, saya lebih memilih untuk mengambil jurusan IPS di tahun terakhir sekolah saya. Dengan begitu, saya bisa lebih fokus untuk mempesiapkan diri dan mempelajari soal-soal ujian masuk (SPMB).

Ketika hampir semua teman-teman sekolah saya sibuk memperjuangkan nilai rata-rata mereka untuk masuk jurusan IPA, saya justru berjuang untuk bisa pindah jurusan ke IPS. Kondisi yang ada saat itu adalah saya memiliki nilai rata-rata yang cukup dan ditetapkan di jurusan IPA, namun saya memutuskan untuk pindah jurusan. Saya yakin dengan pindah ke jurusan IPS, maka saya bisa lebih fokus belajar ekonomi, manajemen, dan akuntansi sebagai persiapan masuk kuliah. Namun di sekolah saya, pindah jurusan dari IPA ke IPS atau sebaliknya bukanlah hal mudah.

Ketika itu, wali kelas dan pembimbing akademik saya kerap kali mempertanyakan mengapa saya bersikeras ingin masuk jurusan IPS sementara dengan masuk jurusan IPA saya tetap bisa melanjutkan kuliah di FEUI. Saya menjelaskan kepada mereka bahwa keputusan ini saya ambil untuk melancarkan persiapan saya masuk FEUI dan saya bisa lebih fokus dengan pelajaran yang sesuai. Di samping itu, mereka juga melakukan konfirmasi kepada orang tua saya perihal perpindahan jurusan tersebut. Ketika itu, orang tua saya berpesan, jika saya mengambil keputusan pindah jurusan, maka keputusan itu harus dijalankan sepenuh hati dan dengan sungguh-sungguh. Saya sudah berani melawan arus, maka saya harus berenang dengan selamat sampai ke hulu seperti ikan salmon.

Pesan orang tua saya itulah yang kemudian semakin memantapkan niat saya untuk belajar dengan sungguh-sungguh agar mampu mencapai yang terbaik. Selama menjalankan tahun terakhir saya di sekolah, saya berusaha maksimal agar bisa menjadi yang terbaik, saya fokus belajar materi yang diujikan dalam Ujian Nasional dan SPMB. Selama kurang lebih sembilan bulan, saya memacu diri belajar sungguh-sungguh. Hingga tiba saat pengumuman hasil Ujian Nasional, saya berhasil mendapatkan nilai tertinggi di mata pelajaran Ekonomi dan berhasil mendapatkan gelar lulusan terbaik jurusan IPS. Setelah menamatkan sekolah, saya juga berhasil menjadi mahasiswa Akuntansi FEUI. Perkuliahan di tahun pertama dapat saya jalani dengan lebih mudah karena saya sudah memiliki bekal pengetahuan akuntansi yang cukup, sehingga saya berhasil mendapatkan nilai A untuk mata kuliah Pengantar Akuntansi. Setahun sebelumnya, saya memutuskan untuk melawan arus dan kini berhasil mencapai prestasi terbaik, seperti ikan salmon yang berjuang melawan arus hingga tiba di hulu sungai.

Sampai saat ini, saya merasa bahwa itu adalah keputusan paling penting yang mempengaruhi kehidupan saya sekarang. Saya bersyukur mampu mengambil keputusan itu di usia yang relatif muda. Langkah awal tersebut merupakan standar etos kerja yang sampai saat ini saya terapkan dalam mengambil keputusan. Tetap teguh berjuang untuk mencapai tujuan, karena saya percaya bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang besar, dibutuhkan usaha dan kerja keras yang tidak kalah besarnya.

 

*tulisan ini dibuat untuk aplikasi Beasiswa Pendidikan Indonesia dari LPDP Kementrian Keuangan

Advertisements

One thought on “SUKSES TERBESAR DALAM HIDUPKU: MENJADI IKAN SALMON

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s