We Met People for a Reason

Setiap pertemuan pasti ada alasan. Itulah yang pernah dikatakan seorang teman saya ketika kami berbincang-bincang. Kemudian saya membenarkan apa yang dia katakan. Dahulu sebelum saya memantapkan tekad untuk melanjutkan studi, saya tidak banyak menemukan ”kebetulan”. Namun, setelah saya resmi membulatkan tekad, mencari informasi, dan menjalin silaturahmi dengan kawan-kawan lama, maka itulah yang saya temukan. Saya mendapat banyak ”kebetulan”. Saya pernah membaca sebuah artikel di blog pribadi seorang teman, betapa dia merasa sangat beruntung oleh adanya ”kebetulan” itu. Semua datang tepat pada saatnya, tanpa diminta. Dan di dalam tulisannya dia menyimpulkan bahwa apa yang terjadi itu bukanlah kebetulan semata melainkan rencana Tuhan yang diwujudkan melalui kejadian-kejadian tersebut.

 

Kira-kira di awal tahun 2012, saya mencoba melatih kemampuan bahasa dengan mengambil sertifikasi IELTS, itung-itung uji coba kemampuan alami yang saya punya sambil mengisi waktu pulang kerja. Hasilnya saat itu sungguh diluar dugaan, saya mendapat overall score 7.0, dengan detail 8.0 untuk reading, 7.5 untuk speaking, 7.0 untuk listening, dan 5.5 untuk writing. Sebuah hasil yang cukup mengejutkan saaat itu. Memang untuk mendaftar ke universitas luar negeri, score saya masih belum mumpuni, sebab writing nya masih dibawah 6.0. rata-rata admission criteria di sebagian besar universitas adalah 6.0. akan tetapi, score di sub test lain nya membuat saya cukup terkejut. Setelah mendapatkan hasil tes itu, maka saya mulai mencari-cari program beasiswa dan universitas yang bisa saya tuju untuk melanjutkan kuliah.

 

Semula saya berencana untuk daftar intake 2013, saya pun mendaftar beasiswa ADS di tahun 2012 untuk intake tahun 2013. Setelah proses submission, saya mendapat hasil sekitar Januari 2013, dan saya gagal. Setelah itu saya berpikir untuk mencari sekolah terlebih dahulu untuk kemudian mencari beasiwa. Berbekal pengalaman saya dan beberapa sumber, saya berniat untuk ke UK, dan sejauh pengetahuan saya hanya ada program beasiswa Chevening yang memiliki full coverage untuk kesana. Namun, saat itu tidak memungkinkan untuk mendaftar Chevening untuk intake 2013, karena sudah lewat masa registrasi. Kemudian saya membulatkan tekad untuk mendaftar Chevening tahun berikutnya, untuk intake 2014. Saya mendaftar ke beberapa universitas di UK pada akhir 2013 sambil mempersiapkan aplikasi Chevening.

 

Setelah itu, bertubi-tubi bantuan Allah datang untuk saya. Subhanallah. Di saat saya sedang kebingungan untuk mencari info beasiswa, saya bertemu kawan lama saya dikampus, Igna. Saat itu, kami bertemu dikantor tempat saya bekerja, sekaligus tempat dia interview untuk beasiswa LPDP. Seketika itu saya tau banyak info tentang LPDP yang waktu itu masih sangat minim. Setelah selesai berbincang-bincang, saya langsung Googling tentang beasiswa LPDP. Informasi itu kemudian saya simpan baik-baik. Ini mungkin jawaban kenapa saya dulu merasa perlu untuk mengambil kesempatan menjadi PNS ketika dinyatakan lulus tes CPNS. Mungkin kalau saya tidak mengambil kesempatan itu, saya tidak akan bertemu Igna dalam kondisi seperti itu, dan tidak tau info tentang LPDP secepat itu. This is truly God’s work!

 

Selama proses pendaftaran kampus dan beasiswa, saya kerap berhubungan dengan dosen pembimbing saya semasa kuliah, Ms Miranti Kartika, untuk meminta surat rekomendasi. Ternyata, beliau juga salah satu calon penerima beasiswa LPDP, dan akan berangkat ke UK. Maka saya banyak bertanya tentang info kampus dan lain sebagainya. Sebelumnya, saya tidak tahu kalau beliau akan melanjutkan studi ke UK, sampai akhirnya saya membaca namanya di pengumuman LPDP. Beliau akan melanjutkan studi PhD nya di Aston Univeristy, Birmingham, UK.

 

Setelah itu, saya sempat bertemu dengan beberapa kawan lama semasa sekolah dulu. Agenda meet up pun di isi dengan update news. Singkat cerita, ternyata beberapa dari kawan-kawan lama saya juga sedang dalam proses mendaftar ke universitas di UK dan Belanda. Benazir, Tita, Mandy dan Mita adalah teman semasa MAN yang ternyata punya misi yang sama. Sepertinya tujuan ke UK memang sudah menemukan jalannya. Sejak saat itu, kami berbagi informasi tentang kampus dan program-program beasiswa yang ada.

 

Selain Igna, saya punya kawan lama semasa kuliah yang lama tidak saya dengar kabarnya, namanya Nuel, rekan kerja saya di SPA FEUI. Ketika itu, saya pun mendapakan informasi dari kawan kalau dia sedang menempuh studi master di University of Manchester, salah satu universitas tujuan saya. Lagi-lagi sebuah kebetulan. Maka sejak itu, Nuel kerap kali menjadi sumber informasi saya, khususnya terkait masalah akomodasi.

 

Saat ini, beberapa dari kami sudah mendapat offer dari kampus-kampus tujuan, Benazir dapat offer dari LSE, KCL, dan University of Edinburgh (ini kewl! haha), Tita dari Durham University, Mandy di University of Birmingham, dan Mita di Leiden University, Belanda. Sementara saya sendiri dapat offer dari University of Glasgow, University of Birmingham, dan University of Manchester. Sementara itu, Igna dan Nuel tahun ini akan menyelesaikan studi master nya di UK dan bu Miranti (dosen pembimbing saya) masih dalam masa studi PhD nya.

 

Setelah melakukan proses seleksi untuk beasiswa Chevening dan BPI dari LPDP, maka hasilnya saya gagal sebagai Chevening scholar, tapi saya berhasil dinyatakan sebagai salah satu penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia dari LPDP, bersama dengan teman seperjuangan, Bena, Mita dan Tita. Insha Allah kami akan mulai kuliah di bulan September 2014.

 

Setelah pertemuan dengan orang-orang di atas, saya  menyadari satu hal, Allah tidak pernah salah. In His time, everything is the best for us. Percaya dan yakin kalau memang sudah waktunya, Allah akan tunjukkan jalan menuju mimpi kita. Jadi kalau merasa gagal, maka jangan pernah menyerah untuk terus mencari ”waktu yang tepat”. Jangan pernah merasa ”ini takdir” karena kita gagal. Sebab kegagalan itu adalah ’takdir’ untuk sebuah waktu yang tepat. Bulatkan tekad, usaha maksimal, berdoa dengan tulus, dan banyak-banyak berbagi/sedekah, berbagi apapun termasuk ilmu pengetahuan.

 

If there is a will, there is a way! Sungguh itu semua sudah saya buktikan!!!

 

-fin-

 

Jakarta, 14.04.14

 

Advertisements

2 thoughts on “We Met People for a Reason

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s