sedikit bangga itu perlu

dalam sebuah pembelajaran, tidak ada yang seratus persen benar atau salah. semua hal bisa didiskusikan dan menjadi bahan argumentasi. bukan masalah siapa yang lebih benar. sebagian besar sistem pendidikan di negara maju sudah menganut paham pendidikan liberal, dimana mahasiswa berhak untuk melakukan diskusi di kelas dengan para pengajar. hal ini memungkinkan komunikasi dua arah antara dosen dan mahasiswa. hal yang mungkin masih perlu banyak perbaikan di Indonesia. disini semua pendapat dihargai, karena setiap orang punya hak yang sama. banyak yang berpendapat kalau culture orang asia, khususnya Indonesia itu membuat mahasiswa nya kurang speak up. tapi pengalaman saya pribadi justru berbeda.

sebagian besar mahasiswa di sekolah saya berasal dari daratan Tiongkok, angka kasar mungkin sekitar 60 persen. itu sebuah angka yang fantastis buat saya. dengan demikian, hampir di setiap kelas, jumlah mereka mendominasi. akan tetapi, sebagian besar mereka mengalami kendala dalam berkomunikasi dengan bahasa inggris, sehingga mereka cenderung pasif. mungkin juga karena budaya yang mereka biasa alami selama menjadi undergraduate student di negara mereka. berdasarkan sharing teman sekelas saya, metode pengajaran yang dilakukan di negara nya sangat berbeda dengan yang ada disini. sementara, saya tidak terlalu merasakan banyak perbedaan dengan studi terdahulu saya. sistem pengajaran yang mereka lakukan sangat sederhana. setiap kelas di isi dengan lecture seminar, kemudian mahasiswa dikasih tugas, dan di akhir semester harus menempuh ujian. sementara di kampus saya dulu, saya sangat terbiasa dengan tugas kelompok, makalah, presentasi, sampai field trip. sampai titik ini, saya bisa menyimpulkan bahwa sistem pendidikan di indonesia sudah cukup mampu mengadopsi sistem pendidikan barat. jadi, beruntunglah para mahasiswa indonesia yang akan melanjutkan studi nya di negara-negara eropa ataupun amerika. sementara itu, teman-teman sekelas saya yang sebagian besar masih beradaptasi dengan sistem pendidikan disini, memerlukan waktu tambahan untuk mampu berpartisipasi dalam kelas.

berdasarkan kondisi tersebut, saya mendapatkan sebuah insight yang berbeda. di sebagian besar kelas yang saya ambil, mahasiswa yang aktif berpartisipasi dalam kelas selain mahasiwa EU dan UK adalah mahasiwa Indonesia!! yaa saya bisa menyatakan demikian karena itu yang saya alami. sebagian besar partisipan aktif di kelas adalah mahsiswa yang berasal dari sistem pendidikan yang mirip dengan sistem pendidikan di UK, termasuk Indonesia.

boleh lah sedikit berbangga sebagai alumni Indonesia, saya bisa dengan mudah beradaptasi dengan sistem pendidikan liberal yang ada di UK, dan dengan mudah berpartisipasi di kelas. selain itu, pengalaman kerja yang dimiliki amat sangat berpengaruh dalam menunjang materi diskusi di kelas. karena sebagian besar mahasiswa Indonesia yang studi master disini sudah memiliki pengalaman kerja, maka itu menjadi nilai plus tersendiri dibanding para freshgraduate. jadi, pesan moralnya adalah, ketika anda merasa sebagai lulusan universitas di Indonesia, anda harus membuktikan bahwa pendidikan di Indonesia sudah mampu beradaptasi dengan sistem pendidikan liberal. dengan berpartisipasi aktif di kelas dan diskusi, anda mampu menampilkan image positif kepada dunia bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing dengan mahasiwa internasional lainnya. the image of the nation is on your hand! brace up!!!

Manchester, 14.10.14

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s