tak biasa

bicara pada alam

bermakna pada semesta

memberi senyum untuk sesama

dulu tak banyak orang tau

seperti apa dunia nya

kini semua bicara

tentang namanya

hidupnya luar biasa

memilih untuk berlayar

mencari hari yang terbaik

mengunjungi cakrawala

menelusuri khatulistiwa

hingga sampai disana

diam memang caranya

sungguh bukan biasa

Tuhan punya anugerah

untuknya dan dunia nya

terima kasih

atas ceritanya

tentang dunia yang tak biasa

-fin-

Manchester 31.10.15

Advertisements

Kelabu dan Jingga

Suara yang biasa menyapa

Pagi yang berganti senja

Menjadi hari yang ceria

bukan prasangka

tapi ini nyata

dia ada disana

memberi warna

kelabu dan jingga

tak ada yang sempurna

hanya seorang manusia

yang sedang mencari dunia

tidak dengan bicara

sekilas dan membekas

bak cerita di atas kertas

menyapa angin dan hujan

dan langit kembali pada awan

kelabu dan jingga

-fin-

Manchester 31.10.15

peringatan sumpah pemuda

hidup adalah sebuah makna

untuk dunia dan isinya

menjadi bagian dari semesta

mengantar senyum untuk sesama

mengharumkan nama bangsa

mungkin banyak problematika

tapi merenung bukan selamanya

berbuat dengan segera

menciptakan perubahan di depan mata

bukan sementara

tapi slama nyawa ini ada

karena bakti itu bukan fana

maka jiwa harus siaga

agar semua perkara

lenyap bersama masa

-fin-

Manchester, 28.10.15

maka percaya

kalau duka ingin pergi

mungkin dia akan menjauh

jika renungan tak mampu lagi

maka pasrah bukan pilihan

melainkan keharusan

karena tak mampu lagi bertahan

yakin Tuhan akan tunjukkan jalan

dan hanya yang terbaik

yang Dia berikan

hanya yakin tanpa batasan

menjadikan mimpi nyata

memberikan senyum pada lara

mendekatkan bahagia untuk dunia

maka percaya

itu saja

-fin-

Manchester, 28.10.15

mengukir mimpi

pelangi itu ada

senyum itu disana

pada mereka yang percaya

bahagia itu sederhana

seperti menatap langit biru

dari kejauhan

terbentang tanpa awan

burung-burung pun ceria

menjadi saksi di dunia

bahwa sebuah rasa

mampu mengukir mimpi

menjadi nyata

semoga ini tak lagi fana

maka Tuhan pasti punya rencana

agar pelangi itu

bisa menjadi warna

untuk selamanya

Manchester, 15.10.15

agar jiwa raga

mata tak mampu bicara

namun menjadi saksi

untuk melihat dunia

menangkap warna dari semesta

memberi makna untuk bahagia

tanpa mengucap kata

diam bukan tak ingin

pelangi pasti ada

setelah hujan reda

dan karena nya

badai turun ke muka dunia

agar jiwa raga

tegar seperti karang

mampu menerjang gelombang

13.10.15

Dirgahayu Indonesia Raya

Hari ini Indonesia Raya genap berusia 70 tahun. sebuah angka yang mungkin bisa dibilang muda. tapi ini adalah bukti sebuah proses pendewasaan diri. di usia yang masih dini (dibanding negara lain di Eropa atau Amerika) negara ini masih belia. bukan perkara perkembangan ekonomi dan sosial belaka, tapi masih banyak yang harus dikerjakan warga negara nya.

tercatat sebagai negara dengan penduduk terbanyak di dunia (masih ada di top5), maka Indonesia perlu layak berbangga. karena sejatinya, sebagai proses seleksi alam, manusia di Indonesia mampu bertahan hidup dengan mudah tanpa banyak gangguan iklim dan cuaca. sebab negara nya ada di garis khatulistiwa, sehingga tidak ada empat musim seperti di belahan dunia lainnya, Eropa misalnya.

alam nya pun subur dan lautnya kaya akan hasil alam. berbagai spesies ikan dan terumbu karang hidup tumbuh nyaman di bumi Indonesia raya. bukan perkara mudah menjadi bagian dari bangsa yang besar ini. di masa awal kemerdekaan dulu. Bung Hatta sudah berpikir, bagaimana cara untuk menjaga dan menjadikan sekitar tujuhpuluh juta penduduk nya menjadi rakyat yang makmur dan sejahtara. akan tetapi, para bapak bangsa yakin adanya dengan semua kekuatan bangsa ini. alhasil, semua usaha para penjajah setelah awal kemerdekaan berhasil ditaklukkan. dan negeri ini bisa berdaulat secara politik.

saat ini, sebuah renungan di usia tujuh puluh tahun. setelah setahun belakangan tinggal jauh dari tanah air, maka saya memiliki pengalaman dan sudut pandang berbeda terhadap bangsa dan negara tempat saya berpijak. setelah setaun lebih jauh dari tanah air, banyak hal yang saya baru bisa lihat dari kejauhan. seperti pepatah bilang “semut di seberang lautan bisa terlihat dan gajah di pelupuk mata tidak tampak”. mungkin pepatah itu mampu menggambarkan kondisi yang saya alami sekarang. setaun lebih saya berada di seberang lautan, menjadi bagian dari warga rantau yang berusaha memberikan citra terbaik untuk bangsa nya.

tak sedikit problematika yang dimiliki Indonesia, tapi potensi nya pun melimpah ruah, termasuk potensi sumber daya manusia. hal yang peling mendasari perayaan kemerdekaan ini adalah makna perjuangan yang telah dilakukan para pahlawan. ketika sebagian besar bangsa Asia mendapatkan kedaulatan mereka dengan persetujuan dan pelimpahan kekuasaan tanpa pertempuran darah, Indonesia patut berbangga karena sebuah kemerdekaan yang hakiki dapat dimiliki sebagai sebuah bangsa yang berdaulat dan mampu menjadi negara yang independen secara pemerintahan dan politik.

Indonesia adalah sebuah nama besar dan sebuah kesatuan yang wajib dijaga. sebagai bagian dari warga negara, terlebih sebagai salah satu anak bangsa yang berhutang budi pada rakyat Indonesia, sudah semestinya saya memberikan bakti saya pada negeri. sebuah bakti yang mungkin tidak akan pernah cukup untuk membalas semua jasa para pahlawan kemerdekaan, yang mungkin tidak akan cukup untuk membalas jasa rakyat Indonesia yang telah menyekolahkan saya ke benua biru. saat ini, saya baru mampu menghaturkan terima kasih yang tidak terkira pada tanah ibu pertiwi. perjalanan saya masih panjang untuk melanjutkan perjuangan dan memberikan bakti terbaik saya pada bangsa dan negera.

Terima kasih Indonesia, terima kasih para pahlawan, terima kasih para rakyat dan pemimpin bangsa.

Dirgahayu Indonesia Raya.

Manchester 17.08.15

11896082_10207377665743902_6823184508484007202_n

Sekilas tentang Indonesia

hari ini, di sela-sela waktu saya menulis di kampus, saya bertemu beberapa orang teman sekelas dulu. Karena sudah lama tidak bertemu, maka kami berbincang sejenak. Kami bicara cukup banyak hal. Mulai dari disertasi dan topik masing-masing, issue terkait topik tersebut, sampai fenomena yang kami hadapi di kampus ini. Sungguh pembicaraan biasa, tapi dari bahasan singkat tersebut, setidaknya saya bisa mengambil sebuah pelajaran hari ini. Salah satu dari mereka adalah orang asli Inggris, hingga kami mendiskusikan topik disertasi saya, yaitu tentang Indonesian postgraduate students in the UK. Ketika itu, dia menyebutkan nama-nama teman-teman sekelasnya yang orang Indonesia. Dia dengan bangga mengatakan bahwa mereka (orang Indonesia) adalah “fabulous people, they are great, I really like them”. itulah sekilas kesan yang saya dapatkan dari salah satu teman saya. Kemudian dia bercerita kalau teman-teman Indonesia nya itu adalah orang-orang yang ramah. Tak sedikit pujian yang dia lontarkan kepada teman-teman nya itu. Sekilas kesan itu mungkin hanya satu dari banyak kesan yang mungkin tidak bisa tertangkap telinga saya. Tapi, buat saya, dimana pun kami (mahasiswa Indonesia) berada, kami adalah representative dari Bangsa Indonesia. Itu adalah sebuah title yang sudah melekat dan tidak terpisahkan. Menjadi sosok individu yang bisa diandalakan, dan bisa memberikan kesan positif kepada siapa saja yang kita temui sudah semestinya memberikan kesan baik terhadap bangsa Indonesia. Hal itu adalah beban yang tidak ringan untuk dipikul setiap orang Indonesia yang pergi merantau ke luar negeri, khususnya para mahasiswa. Sebab di dunia yang berwarna ini, kemampuan untuk menjadi individu yang mampu menghadapi tantangan serta menghargai perbedaan adalah sebuah kewajiban dan wujud bakti pada Ibu pertiwi. Ini adalah “perang” melawan stereotype yang melekat pada setiap kelompok individu dan bangsa. Bukan perkara mudah untuk melakukan semua itu, tapi saya yakin, semua usaha yang dilakukan akan membuahkan hasil maksimal nantinya.

Oleh karena itu, menjadi individu yang bisa diandalkan dan memberikan impact positif kepada sesama bukan hanya menguntungkan diri sendiri, tapi juga menguntungkan bangsa besar yang kita bawa. Terima kasih teman-teman untuk semua perjuangan nya. Bangsa Indonesia adalah bangsa besar yang harus percaya dan yakin untuk terus maju dan menaklukan dunia. Selamat melanjutkan perjuangan!!!

Manchester, 22.07.15

Makanan Lebaran “Mewah” ala Indonesia di Manchester, Inggris

Judul post kali ini adalah judul yang sama dari artikel yang di publikasikan di dua web dibawah. Saat itu, saya diminta teman saya, Indah, untuk menuliskan apa yang menjadi khas lebaran di Manchester. Sebuah fenomena yang saya pun baru kali pertama mengalami nya. Bagi sebagian besar perantau, lebaran bukan di kampung halaman pasti memiliki kesan tersendiri. Bagi saya pribadi, lebaran kali ini memberikan makna tentang sebuah perjuangan untuk mendapatkan sebuah kemewahan. Setidaknya, itulah yang saya alami dan amati. Beberapa orang teman-teman perantau harus rela menghabiskan seharian semalam untuk memasak dan menyajikan masakan nusantara. Berbeda mungkin ketika kami berlebaran di Indonesia. Semua menu khas lebaran sudah lengkap tersaji di meja. Disini, istilah no pain no gain sangat bermakna. Sebab tak sedikit usaha yang harus dilakukan demi menghadirkan lebaran khas Indonesia. Berkumpul dengan sesama warga indonesia tentu menjadi salah satu cara. Akan tetapi, menu khas Indonesia adalah sebuah pelengkap yang mewah.

Berbekal pengalaman dan pengamatan itu, saya berinisiatif untuk menuangkan dalam sebuah tulisan yang kemudian di post oleh Indah di website goodnewsfromindonesia. Tak lama setelah itu, tulisan tersebut di repost di website atikbudlondonyang merupakan halaman resmi atase pendidikan di london. Saya mungkin belum terbiasa menulis arikel-artikel sejenis di media publik. Sebagian besar tulisan saya hanya saya peruntukan kepentingan kuliah atau mengis waktu luang melalui blog ini. Akan tetapi, tulisan yang bisa dibilang perdana ini berhasil menarik minat tim atase pendidikan London untuk me repost. Bagi saya, ini mungkin sebuah awal yang baik untuk kemudian belajar lebih lanjut tentang menulis untuk kepentingan sejenis. Kata pepatah “if you want something you’ve never had, do something you’ve never done”. rasanya pepatah itu cukup mampu menggambarkan situasi yang saya alami. Berikut link tulisan tersebut (Edited by Indah) di dua web yang sudah saya sebutkan di atas:
Link berita: http://www.goodnewsfromindonesia.org/2015/07/20/makanan-lebaran-mewah-ala-indonesia-di-manchester-inggris/

http://atdikbudlondon.com/2015/07/20/makanan-lebaran-mewah-ala-indonesia-di-manchester-inggris/

Manchester, 22.07.15